Loading...
Kabupaten Bondowoso
082234175427

BERITA

SANG RAJA DARI SMK NU 03 BONDOWOSO

10 Dec 2021

Memiliki sensasi dan citarasi yang unik tidak salah jika si kulit berduri ini dinobatkan sebagai The King Of Fruits. Indonesia memiliki ribuan jenis durian dengan karakter berbeda-beda. Mulai dari bentuk duri, ukuran buah, warna daging, serta ketebalannya.Namun dari ribuan jenis yang ada hanya sedikit yang bisa disebut sebagai durian premium.

Banyak sekali persyaratan agar buah durian dapat dikategorikan sebagai durian premium. Beberapa persyaratan tersebut diantaranya adalah memiliki daging tebal, memiliki biji kecil/kempet, aromatik, warna daging kuning, tekstur daging lembut dan tidak berserat.

Adapun beberapa contoh jenis durian premium asli Indonesia yang sedang populer saat ini dan memiliki harga yang sangat mahal. Misalnya, durian cumashi dari Bangka yang dibandrol seharga 350.000/kg, durian super tembaga dari Bangka dibandrol 500.000/kg, durian merah Banyuwangi dibandrol 350.000/kg, durian boneng non biji Banyuwangi dibandrol 150.000/kg.

Foto Kepala SMK NU 03 bersama Pengawas dan Asesor BANSM tahun 2018

Selain durian asli Indonesia ada juga beberapa jenis durian introduktif yang dikembangkan di Indonesia seperti musangking, ochee / black thorn, dan aneka jenis varian durian montong. Harga durian tersebut bisa bikin kantong kita bolong sebab harga dari beberapa varietas tersebut bisa mencapai jutaan rupiah per buah.

Entah karena kebetulan atau rejeki, pada tahun 2014 silam pengasuh Pondok Pesantren Salsyaf Nurul Hasan Kyai Khalil mendapatkan satu bibit durian monthong oren sisa bantuan pemerintah kepada Pemdes Nogosari dengan tinggi kurang lebih 40 cm. Beliau menuturkan bahwa bibit yang ia dapat adalah sisa bibit dan kondisinya juga sudah kurang begitu bagus.

Bibit durian tersebut akhirnya ditanam di halaman SMK NU 03 Bondowoso tepatnya di depan ruang guru. Dengan perawatan seadanya pohon bisa bertumbuh dan akhirnya untuk pertamakalinya pada tahun 2018 bisa berbuah. Sontak pohon durian tersebut menjadi pusat perhatian semua orang yang sedang berkunjung ke SMK NU 03 Bondowoso.

Kepala SMK NU 03 Bondowoso memberi julukan montong Aswaja pada durian tersebut. Nama Aswaja sendiri dipilih karena Kyai yang menanam adalah seorang Nahdliyin dengan prinsip Ahlussunah Waljamaah (ASWAJA).Menurutnya, keberadaan montong Aswaja sebagai sarana pembelajaran secara tidak langsung sebab dengan penampakan montong Aswaja saat berbuah akan membuat siswa penasaran dan bahkan juga berkeinginan untuk menanam durian. Selain itu, beliau juga menuturkan bahwa setiap bertemu dengan orang-orang di lingkup Dinas pendidikan yang ditanyakan terlebih dahulu adalah kabar dari durian Aswaja.  


Foto Kepala SMK NU 03 sedang memegang buah Durian Montong Aswaja

semua orang pada bertanya pada saya dan saat berbuah setiap mata pasti tertuju pada Aswaja .Ini benar-benar ikonik, walaupun dari segi rasa, ini durian boleh saya bilang durian emak-emak. Buat saya kurang menantang karena tanpa rasa pahit tajam” ungkap kepala SMK NU 03 Bondowoso yang juga dikenal sebagai salah seorang Durian Traveler.

 

 

Ditulis Oleh : Haerul Hanafi, S.Pd

Editing          : Fathol K.


Leave a Reply